Berbagai Informasi Terbaru

Jumat, Februari 05, 2021 | , ,    Berkomentar
Kenali Perbedaan, Investasi Jangka Pendek vs Investasi Jangka Panjang

Beragam jenis investasi yang tersedia, tidak seluruhnya cocok untuk semua investor. Pasalnya terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memilih instrumen investasi. Salah satu pertimbangannya, jangka waktu dari masing-masing investasi. Diantara investasi jangka pendek dan jangka panjang, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini perbedaannya. 

Perbedaan Investasi Jangka Panjang dan Pendek

1. Waktu

Perbedaan utama dari kedua instrumen investasi berjangka ini adalah membutuhkan waktu berapa lama untuk menghasilkan return. Berdasarkan namanya, investasi dengan jangka pendek dilakukan dalam waktu kurang dari satu tahun, sedangkan investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan sampai kurun waktu lima tahun.

Untuk investasi jangka panjang, tidak jarang seorang investor harus menahan dan menyimpan investasi ini hingga 10 tahun sebelum menjualnya dan merealisasikan return. Bahkan tidak sedikit investasi jangka panjang hanya dibeli tanpa dijual kembali.

Sementara jenis investasi periode pendek, hasil return dapat dilihat setelah 3 sampai 12 bulan. Sering disebut sebagai investasi sementara sebab investasi ini dilakukan hanya sekadar untuk mengamankan dana yang dimiliki sambil menunggu munculnya peluang investasi lain yang memiliki return relatif lebih optimal.

2. Keuntungan atau Return

Walaupun investasi periode pendek memiliki keuntungan berupa kualitas tinggi, harus sangat likuid dan mudah dijual kembali. Tentu saja hal ini akan memudahkan anda ketika ingin mencairkan sewaktu waktu.  namun sayangnya investasi jangka pendek memiliki return yang relatif jauh lebih rendah. 

Sedangkan untuk investasi jangka panjang, walaupun hasil keuntungan akan dinikmati dalam waktu yang cukup lama, harus menunggu bertahun-tahun. Tetapi  investasi jangka panjang memiliki return yang lebih optimal dibandingkan jenis investasi berjangka pendek. Konsekuensinya, risiko yang ditanggung juga umumnya lebih tinggi.

Untuk memaksimalkan potensi dari investasi jangka panjang, investor harus memiliki modal yang cukup besar. Pasalnya sebuah investasi jangka panjang bisa saja terus merugi selama beberapa tahun pertama. Dikhawatirkan jika modal kecil, dalam tahun pertama bisa saja modal habis terlebih dahulu. Oleh karena itu, perlu analisis yang cukup mendalam sebelum memutuskan jenis investasi ini.

3. Tujuan Investasi

Pertimbangan dalam memilih instrumen investasi salah satunya adalah tujuan dalam berinvestasi. Sebab tujuan investasi setiap orang berbeda-beda. Untuk investasi jangka pendek cocok untuk memenuhi kebutuhan dana dalam waktu dekat kurang dari satu tahun, misalnya digunakan untuk membeli suatu barang. 

Sementara tujuan investasi jangka panjang untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi yang bisa membiayai kebutuhan yang sedikit lebih lama, contohnya untuk dana pendidikan anak. Investasi ini bisa juga untuk persiapan kebutuhan jangka panjang, seperti dana pensiun.

Investasi berjangka pendek cocok untuk anda yang baru memulai investasi sebab profil resikonya lebih rendah. Kemudian investasi jangka panjang cocok untuk anda yang memiliki modal besar dan pengalaman dalam dunia investasi, sebab profil risikonya lebih tinggi namun keuntungannya jauh lebih besar.
 
Contoh investasi jangka pendek dapat dijumpai pada reksadana, deposito, surat utang jangka pendek, menabung di bank, dan forex. Untuk produk investasi jangka panjang dapat dilihat pada emas, saham, Reksadana saham dan campuran, properti. anda bisa memilih yang nantinya sesuai dengan kebutuhan anda.

Investasi memang salah satu cara melindungi dan meningkatkan aset kekayaan. Namun sebelum memilih investasi yang tepat anda harus mempelajari secara detail informasi masing-masing instrumen investasi mulai dari kenali return hingga profil risikonya. Semoga kedua informasi di atas dapat anda jadikan referensi dalam memilih instrumen investasi yang sesuai kebutuhan anda.

0 komentar:

Posting Komentar