Hindari Tujuh Kesalahan Sebelum Menjual Rumah Pribadi

Hindari Tujuh Kesalahan Sebelum Menjual Rumah Pribadi

Anda berencana menjual rumah? Perhatikan hal-hal berikut ini.

Beberapa agen properti tahu, mana rumah yang cepat laku dan mana yang tidak. Ada beberapa hal yang menjadi faktor cepat terjualnya sebuah rumah.

Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti dikutip dari Nine.com:

Kolam renang

Memiliki kolam renang di halaman belakang rumah, memang menjadi kelebihan tersendiri. Ibaratnya, kita dapat membayangkan bagaimana nikmatnya berjemur di siang hari yang panas di tepi kolam renang.

Namun, yang perlu diingat dari sebuah kolam renang yaitu biaya yang mahal dalam hal perawatannya. Selain itu, perawatan kolam renang membutuhkan waktu yang lama.

Personalisasi dalam desain

Ini mungkin bukan nasehat baru, namun perlu diingat kembali. Bersikaplah netral dalam mendesain atau mengecat rumah. Pasalnya, tidak sedikit calon pembeli yang peduli dengan warna favorit Anda.

Panel surya

Di satu sisi, pemasangan panel surya di rumah memang memberikan nilai positif bagi rumah Anda. Pasalnya, selaiN menjadi sumber energi terbarukan pengganti energi fosil, panel surya juga dapat mengurangi polusi dan tagihan energi.

Namun untuk diketahui, biaya pemasangan dan panel surya cukup mahal. Karena itu, sebelum menjual rumah, pastikan apakah usia panel surya Anda masih tahan lama atau tidak.

Teknologi terintegrasi

Hampir mirip panel surya, sejumlah teknologi mewah pada rumah Anda, biasanya memiliki batas usia yang cepat, misalnya mesin kopi. Biasanya, perlu biaya yang besar untuk meningkatkan versinya, bila mesin tersebut rusak.

Gulma

Bila Anda membiarkan tanaman tersebut hingga tumbuh liar di rumah, tentu hal tersebut akan memengaruhi performa pondasi rumah Anda. Perlu seorang pakar untuk mengatasi masalah gulma itu.

Kamar yang gelap

Biasanya, setiap pembeli rumah ingin memiliki kamar yang terang dan lapang. Oleh karena itu, hindari memiliki kamar yang gelap, bila rumah yang Anda jual ingin cepat laku.

Dokumen perencanaan

Bila Anda berencana menambah bagian rumah Anda di luar dokumen perencanaan yang ada saat ini, passtikan izin perencanaan terbaru sudah dikantongi.

Buktikan dengan dokumen terbaru. Jika tidak dapat membuktikannya, Anda akan memerlukan usaha ekstra untuk bisa menjual rumah tersebut.

5 Pilihan Bagi Orang Jiwa Muda untuk Transaksi

5 Pilihan Bagi Orang Jiwa Muda untuk Transaksi

Perkembangan proses transaksi manusia telah mengalami evolusi yang sangat panjang sejak berabad-abad silam.

Peradaban manusia mengenal banyak cara transaksi dan mata uang mulai dari sistem barter, kemudian mengenal logam mulia seperti emas dan perak, uang kertas, kartu kredit hingga kini kita semua mengenal cryptocurrency sebagai bentuk mata uang yang paling mutakhir seperti bitcoin dan kawan-kawan.

Setiap jenis transaksi dari zaman dahulu kala pada akhirnya harus pula berkompetisi dengan tuntutan zaman. Sistem barter misalnya, mungkin cocok dilakukan ketika hubungan antar manusia belum seluas saat ini. Begitu juga pemakaian emas dan perak. Unsur kepraktisan pada akhirnya banyak melibas jenis mata uang zaman dahulu kala.

Akhirnya sampai detik ini, yang masih bertahan adalah sistem uang kertas. Keberadaan uang kertas atau uang logam yang biasa disebut dengan istilah uang tunai, masih disukai saat ini.

Namun, seiring perkembangan zaman, semakin banyak orang yang menyukai bertransaksi dengan alat transaksi nontunai.

Di tengah masyarakat Indonesia, paling tidak ada 5 jenis “uang ajaib” yang menjadi alat transaksi masyarakat, selain uang tunai. Berikut di antaranya:

1. Kartu kredit

Kemunculan kartu kredit pertama kali di kisaran tahun 1940-an silam menjadi sebuah fenomena zaman yang secara radikal mengubah banyak sendi dalam kehidupan masyarakat.

Kartu kredit yang mengantikan uang tunai untuk bertransaksi, menjadi sebuah mata uang baru yang bisa digunakan orang untuk berbelanja barang dengan berbasis uang pinjaman dari si penerbit kartu, kebanyakan adalah bank.

Saat ini, kartu kredit telah menjadi salah satu alat transaksi nontunai paling populer di dunia. Pemegang kartu kredit di seluruh dunia mencapai ratusan juta orang. Amerika Serikat misalnya, terdapat tak kurang dari 200 juta pemegang kartu kredit.

Sedang di Indonesia, jumlah kartu kredit relative stagnan dari tahun ke tahun, yaitu tidak pernah melebihi 20 juta kartu kredit di seluruh Indonesia.

2. Kartu debit

Semakin hari semakin banyak orang nyaman bertransaksi memakai kartu debit perbankan. Berbeda dengan kartu kredit yang berbasis uang pinjaman, kartu debit adalah kartu transaksi memakai sumber uang yang berada di saldo nasabah bank pemegang kartu.

Jadi, bila isi rekening nasabah tidak ada dana mencukupi, kartu debit pun tidak bisa digunakan untuk bertransaksi. Bank di Indonesia pun saat ini semakin gencar mendorong nasabahnya untuk bertransaksi memakai kartu debit dengan menawarkan berbagai benefit.

Bagi bank, dengan semakin sering orang bertransaksi memakai kartu debit, paling tidak si nasabah bisa semakin rajin menempatkan dana di rekening mereka.

Di Indonesia saat ini beredar sekitar 158,38 juta kartu per Januari 2018 menurut data Bank Indonesia. Jumlah ini wajar mengingat hampir semua nasabah bank biasanya diberikan fasilitas kartu debit/ATM oleh bank.

3. E-Money uang elektronik

Hari gini siapa yang tidak punya e-money alias uang elektronik di dompetnya? Terlebih mereka yang tinggal di kota-kota besar dan sering bertransaksi di fasilitas umum seperti stasiun KRL atau jalan tol.

Penggunaan uang elektronik semakin massif terutama setelah pengelola jalan tol PT Jasa Marga Tbk mewajibkan pemakaian e-money di semua ruas tol sejak akhir tahun 2017 lalu.

Uang elektronik kini juga bukan hanya dipakai untuk keperluan transportasi seperti tol, commuterline atau busway. E-money juga bisa digunakan untuk transaksi lain layaknya kartu debit atau kartu kredit, misalnya untuk belanja di merchant atau untuk membayar tagihan.

4. GoPay dan GrabPay

Inilah salah satu jenis alat transaksi nontunai yang paling kekinian. Platform transportasi online Go-Jek semakin agresif mengembangkan Go-Pay.

Bila sebelumnya pengguna Go-Pay hanya bisa memakainya untuk membayar driver online, maka Go-Pay kian melebar pemakaiannya untuk pembelian makanan, jasa bersih-bersih dan lain sebagainya.

Dalam pemberitaan beberapa waktu lalu, Go-Jek mengklaim, Go-Pay telah berkontribusi sekitar 30 persen transaksi uang elektronik di Indonesia.

Hal serupa juga dicatat oleh GrabPay. Walau masih belum semasif Go-Pay, GrabPay juga semakin ekspansif mengembangkan alat transaksi nontunai ini.

5. Bitcoin

Ini dia bintang dari mata uang digital cryptocurrency. Bitcoin menghebohkan masyarakat dunia ketika nilainya terus melesat hingga ribuan persen! Orang pun banyak berbondong-bondong untuk memborong bitcoin sebagai ajang spekulasi.

Padahal kemunculan pertama Bitcoin yang konon diprakarsai oleh seorang anonym dari Jepang itu sebenarnya untuk alat transaksi biasa seperti uang kertas akan tetap dalam bentuk digital.

Hingga saat ini, pemakaian bitcoin sebagai alat transaksi nontunai masih terbatas karena tidak semua negara memperbolehkan pemakaian uang digital ini.

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons